Kursus yang tersedia

BELAJAR SIKLUS AKUNTANSI SECARA MENDALAM UNTUK MENJADI JURU TATA USAHA AKUNTANSI (BAURAN)

BELAJAR SIKLUS AKUNTANSI SECARA MENDALAM UNTUK MENJADI JURU TATA USAHA AKUNTANSI (BAURAN)

Setiap badan usaha, baik kecil, menengah dan besar membutuhkan pencatatan transaksi usaha dan laporan keuangan. Menurut data BPS tahun 2019, jumlah Badan Usaha di Indonesia adalah 3.5 juta dan akan semakin bertambah tiap tahunnya. Dan setiap Badan Usaha membutuhkan Juru Tata Usaha Akuntansi untuk dapat menyusun Laporan Keuangan untuk pengembangan bisnis mereka. Sehingga peluang kerja untuk profesi Juru Tata Usaha Akuntansi terbuka untuk masa depan.

Setelah mengikuti pelatihan profesi Juru Tata Usaha Akuntansi  , Peserta mampu memiliki kompetensi sebagai Juru Tata Usaha Akuntansi (KBJI) No. 4311.01 sesuai dengan (SKKNI) No. M.692000.013.02 Menyusun Laporan Keuangan.

Peserta dilatih oleh Instruktur yang sangat berkompeten untuk mampu:

1. Memahami kebijakan organisasi, prosedur dan persyaratan akuntansi; Memahami sistem akuntansi organisasi; Memahami prinsip-prinsip entri ganda; Memahami jurnal umum dan akun buku besar; Memahami metode depresiasi (Aspek Pengetahuan Kerja).

2. Mengelompokkan akun akun dalam laporan keuangan; Membuat format laporan keuangan; Memiliki keterampilan literasi untuk mengidentifikasi informasi keuangan, untuk mengikuti SAK/SAK ETAP dan prosedur akuntansi organisasi; Melakukan Pengidentifikasian rekening; Menyusun laporan laba rugi/laba rugi komprehenship; Menyusun neraca/laporan posisi keuangan; Menyusun Laporan Perubahan Ekuitas; Menyusun laporan arus kas (Aspek Ketrampilan Kerja).

3. Memiliki ketelitian dan keakuratan; Memiliki kerapian dan keterbacaan; Tanggap terhadap kejanggalan yang terjadi (Aspek Sikap Kerja).

4. Melakukan kebenaran dalam menyusun neraca lajur; Memiliki ketepatan dalam menyusun jurnal penyesuaian dan jurnal penutup; Melakukan kebenaran dalam memposting jurnal penyesuaian dan jurnal penutup; Melakukan kebenaran dala menyajikan laporan keuangan sesuai dengan SAK/SAK ETAP; Melakukan kebenaran dalam menyusun neraca saldo setelah penutupan (Aspek Kritis Kerja).

Harga pelatihan profesi Juru Tata Usaha Akuntansi adalah IDR 300.000,00.

Yuk, tingkatkan kompetensimu untuk masa depan yang cerah bersama kelaspersonalia.id

Belajar Akuntansi untuk Memproses Buku Besar dan Menyusun Laporan Keuangan bagi Akuntan (DARING)

Belajar Akuntansi untuk Memproses Buku Besar dan Menyusun Laporan Keuangan bagi Akuntan (DARING)

Perkembangan industri dan dunia usaha harus senantiasa diikuti oleh jasa akuntansi yang mempunyai peranan sebagai bahasa bisnis untuk menyampaikan informasi tentang perusahaan dalam bentuk pelaporan keuangan.

Supaya pelaporan tersebut memenuhi kaidah kebenaran dan kewajaran, tentunya memerlukan orang-orang yang berkompeten untuk menghasilkan pelaporan keuangan tersebut. Agar dapat bekerja dan melaksanakan fungsi jasa teknisi akuntansi secara profesional, maka tenaga kerja yang berkecimpung di bidang ini harus memiliki basis kompetensi berstandar nasional dan internasional.

Hal Ini dapat dicapai melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kompetensi para teknisi akuntansi yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (ketrampilan), dan attitude (sikap kerja).

Di Indonesia masih kekurangan SDM Akuntansi & Keuangan yang memadai.Data Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyebutkan bahwa secara keseluruhan, jumlah akuntan yang terdaftar adalah sekitar 40.000, sementara jumlah akuntan publik hanya 1.000 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang 250 juta maka perbandingannya 1:250.000. Perbandingan di Malaysia dan Singapura masing-masing adalah 1:23.000 dan 1:5.000

Dengan mengikuti Pelatihan Belajar Akuntansi untuk Memproses Buku Besar dan Menyusun Laporan Keuangan bagi Akuntan, Peserta mampu memiliki kompetensi yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (ketrampilan), dan attitude (sikap kerja) sebagai SDM Akuntansi dan Keuangan.

Belajar Animasi untuk Membuat Aset Gambar 2D Puppeter (Cut Out Animation) dan Menguji Coba Sistem Mekanika Gerak Digital menggunakan Software Moho bagi Animator (DARING)

Belajar Animasi untuk Membuat Aset Gambar 2D Puppeter (Cut Out Animation) dan Menguji Coba Sistem Mekanika Gerak Digital menggunakan Software Moho bagi Animator (DARING)

Di pasar global, industri kreatif Animasi berkembang menjadi industri yang besar dan padat karya. Meskipun industri animasi ini dianggap industri padat karya, tetapi industri animasi harus diperlakukan berbeda karena industri ini bukan labour cost.

Dalam proses produksinya membutuhkan kerja dan keahlian yang kreatif  serta dilakukan secara kolektif. Kreatif karena para animator atau para praktisinya menuangkan ide dalam bentuk gambar yang harus bisa diformat dalam bentuk gambar sehingga seolah-olah hidup.

Sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja dan kekhasan industri animasi, yang terlatih dan terdidik, dan mampu memiliki keahlian yang spesifik sebagai Animator

Di Indonesia hanya terdapat 120 studio animasi yang memperkerjakan sekitar 5771 tenaga kreatif Animator yang didominasi generasi muda, diperkirakan, masih terdapat hanya sekitar 24.000 pekerja Animator yang bergerak di sektor industri animasi, sehingga Indonesia masih sangat membutuhkan tenaga kerja Animator.

Dengan mengikuti Pelatihan Belajar Animasi untuk Membuat Aset Gambar 2D Puppeter (Cut Out Animation) dan Menguji Coba Sistem Mekanika Gerak Digital bagi Animator, Peserta mampu memiliki keahlian yang spesifik, terlatih dan terdidik sebagai Animator

Belajar K3 untuk Merancang Strategi Pengendalian Risiko K3 di tempat kerja dan Mengelola Alat Pelindung Diri (APD) di tempat kerja bagi Spesialis Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) (DARING)

Belajar K3 untuk Merancang Strategi Pengendalian Risiko K3 di tempat kerja dan Mengelola Alat Pelindung Diri (APD) di tempat kerja bagi Spesialis Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) (DARING)

Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini membawa dampak pada peningkatan proses produksi dalam berbagai industri. Peningkatan ini berakibat pada makin banyaknya faktor bahaya di tempat kerja. Pengendalian faktor bahaya yang kurang diperhatikan dengan baik dapat menimbulkan penurunan produktivitas akibat kegagalan produksi, kerusakan aset perusahaan, gangguan kesehatan pekerja, kecelakaan kerja, dan kehilangan waktu kerja, bahkan menimbulkan kematian.

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat diperlukan untuk melindungi tenaga kerja dari faktor bahaya yang mungkin timbul dan meminimalkan risiko kerugian yang dialami oleh perusahaan. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib melaksanakan upaya K3 untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana produksi. Untuk itu diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan, mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam tempat kerja, sehingga diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3.

Menurutnya, dalam Permenaker No 2 tahun 1992 telah mengatur tata cara penunjukkan ahli K3 Umum, setiap perusahaan yang memiliki karyawan 100 orang atau lebih atau yang memiliki resiko kerja tinggi wajib memiliki Panitia Pembinaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (P2K3) dan juga minimal seorang ahli K3 Umum.

Di Indonesia, berdasarkan data BPS, pada tahun 2020 terdapat 143 kasus kecelakaan kerja dan sepanjang tahun 2021 terdapat 131 kasus kecelakaan kerja. Pentingnya perlindungan bagi tenaga kerja, khususnya dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mengharuskan pihak pengusaha yang mempunyai tenaga kerja, diwajibkan memiliki ahli K3.

Perusahaan harus mempunyai ahli K3, dan jumlahnya yaitu tiap 50 pekerja diperlukan 1 ahli, dan hal ini wajib dilakukan perusahaan, khususnya perusahaan yang mempekerjaan pekerja di bidang konstruksi, pertambangan, alat berat dan lainnya.

Dengan mengikuti Pelatihan Belajar K3 untuk Merancang Strategi Pengendalian Risiko K3 di tempat kerja dan Mengelola Alat Pelindung Diri (APD) di tempat kerja bagi Spesialis Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Peserta mampu memiliki kompetensi dan keahlian yang spesifik, terlatih dan terdidik sebagai Spesialis Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Belajar Akuntansi untuk Menyusun Laporan Keuangan dan Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) bagi Akuntan (DARING)

Belajar Akuntansi untuk Menyusun Laporan Keuangan dan Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) bagi Akuntan (DARING)

Perkembangan industri dan dunia usaha harus senantiasa diikuti oleh jasa akuntansi yang mempunyai peranan sebagai bahasa bisnis untuk menyampaikan informasi tentang perusahaan dalam bentuk pelaporan keuangan dan Kewajiban sebagai Wajib Pajak (WP) tidak hanya sebatas bayar pajak penghasilannya saja, tapi juga wajib melaporkan pajak yang telah dibayarkan melalui penyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT)

Supaya pelaporan tersebut memenuhi kaidah kebenaran dan kewajaran, tentunya memerlukan orang-orang yang berkompeten untuk menghasilkan pelaporan keuangan dan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) tersebut.

Agar dapat bekerja dan melaksanakan fungsi jasa teknisi akuntansi secara profesional, maka tenaga kerja yang berkecimpung di bidang ini harus memiliki basis kompetensi berstandar nasional dan internasional.

Hal Ini dapat dicapai melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kompetensi para teknisi akuntansi yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (ketrampilan), dan attitude (sikap kerja).

Di Indonesia masih  kekurangan SDM Akuntansi & Keuangan yang memadai.

Data Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyebutkan bahwa secara keseluruhan, jumlah akuntan yang terdaftar adalah sekitar 40.000, sementara jumlah akuntan publik hanya 1.000 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang 250 juta maka perbandingannya 1:250.000. Perbandingan di Malaysia dan Singapura masing-masing adalah 1:23.000 dan 1:5.000

Dengan mengikuti Pelatihan Belajar Akuntansi untuk Menyusun Laporan Keuangan dan Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajak bagi Akuntan, Peserta mampu memiliki kompetensi yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (ketrampilan), dan attitude (sikap kerja) sebagai SDM Akuntansi dan Keuangan.

Belajar Personalia untuk Menyusun Kebutuhan SDM dan Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM bagi Juru Tata Usaha Personalia (DARING)

Belajar Personalia untuk Menyusun Kebutuhan SDM dan Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM bagi Juru Tata Usaha Personalia (DARING)

Tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan, diperlukan pembangunan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan peran sertanya dalam pembangunan dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha

Di dalam era digital yang penuh dengan perubahan dan disrupsi yang cepat saat ini diperlukan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dengan kemampuan beradaptasi dan kelincahan yang tinggi sehingga dapat bertahan dan menyesuaikan dengan perubahan.

Pembentukan keterampilan baru sangat dibutuhkan untuk mengimbangi perubahan yang cepat dan secara paralel menyesuaikan keterampilan yang saat ini masih eksis dengan tuntutan dan kebutuhan kompetensi yang baru.

Sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja dan kekhasan bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, yang terlatih dan terdidik, dan mampu memiliki keahlian yang spesifik sebagai Juru Tata Usaha Personalia.

Untuk memastikan eksistensi ketenagakerjaan di Indonesia, diperlukan ketersediaan pengelola dan penanggung jawab Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan mampu berselancar di atas ombak perubahan ini dan secara aktif mencetak SDM yang unggul dan berdaya saing.

Untuk mencapai tujuan tersebut diatas diperlukan sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang memiliki kelincahan yang tinggi, menyesuaikan dengan perubahan era digital dan disrupsi yang sudah memberikan dampak luas dalam membentuk titik ekuilibrium yang baru dalam tatanan pembangunan SDM dan ketenagakerjaan secara luas. Pengelola dan penangung jawab SDM secara otomatis harus mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tuntutan jaman untuk mampu mencapai tujuan-tujuan diatas.

Dengan mengikuti Pelatihan Belajar Menyusun Kebutuhan SDM dan Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM bagi Juru Tata Usaha Personalia, Peserta mampu memiliki kompetensi yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (ketrampilan), dan attitude (sikap kerja) yang spesifik, terlatih dan terdidik sebagai Juru Tata Usaha Personalia.

Belajar Akuntansi untuk Memproses Buku Besar dan Menyusun Laporan Keuangan bagi Bendahara (DARING)

Belajar Akuntansi untuk Memproses Buku Besar dan Menyusun Laporan Keuangan bagi Bendahara (DARING)

Perkembangan industri dan dunia usaha harus senantiasa diikuti oleh jasa akuntansi yang mempunyai peranan sebagai bahasa bisnis untuk menyampaikan informasi tentang perusahaan dalam bentuk pelaporan keuangan.

Supaya pelaporan tersebut memenuhi kaidah kebenaran dan kewajaran, tentunya memerlukan orang-orang yang berkompeten untuk menghasilkan pelaporan keuangan tersebut. Agar dapat bekerja dan melaksanakan fungsi jasa teknisi akuntansi secara profesional, maka tenaga kerja yang berkecimpung di bidang ini harus memiliki basis kompetensi berstandar nasional dan internasional.

Hal Ini dapat dicapai melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kompetensi para teknisi akuntansi yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (ketrampilan), dan attitude (sikap kerja).

Di Indonesia masih kekurangan SDM Akuntansi & Keuangan yang memadai.Data Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyebutkan bahwa secara keseluruhan, jumlah akuntan yang terdaftar adalah sekitar 40.000, sementara jumlah akuntan publik hanya 1.000 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang 250 juta maka perbandingannya 1:250.000. Perbandingan di Malaysia dan Singapura masing-masing adalah 1:23.000 dan 1:5.000

Dengan mengikuti Pelatihan Belajar Akuntansi untuk Memproses Buku Besar dan Menyusun Laporan Keuangan bagi Akuntan, Peserta mampu memiliki kompetensi yang mencakup knowledge (pengetahuan), skills (ketrampilan), dan attitude (sikap kerja) sebagai SDM Akuntansi dan Keuangan.